Translate

Minggu, 13 Oktober 2013

BelajarMoveon

Move on !!
Nah , mungkin itu kata kata yang udah familiar banget dikalangan remaja ? yakan ? ya dong ! aku sendiri sering banget pingin move on dari seseorang yang aku sukain .
kebanyakan anak muda muda itu pingin move on gara gara :
1. Anak yang disukain gak suka sama dia
2.Anak yang disukain udah punya pacar
3.Habis putus dari pacar
4.Malu kalo ada temennya yang tau kalo kita suka sama dia
5.Pacar temen/sahabat
dan banyak alasan lain.
Sebenernya move on itu gampang lo , gak percaya ? baca aja !!
untuk bisa move on kita butuh sasaran yang kira kira kita suka , dan kira kiranya dia bisa suka sama kita , inget ya , sasaran bukan berarti pelarian . biasannya kalo malahan cari pelarian malahan gak bisa move on dari anak yang kita sukain .
terus jangan terlalu maksain move on , move on bakalan cepet kalo kita PDKTin anak yang jadi sasaran kita tadi , bisa jadi waktu kita lagi PDKT  kitanya jadi keGRan , dan jadi suka beneran .
itu sih cara yang aku pakai kalo mau move on . ada juga cara lain , seperti :
1.Jaga jarak ( bukan berarti gak mau ngomong apa apa sama dia )
2.Sibukkan diri
3.jangan inget inget kenangan kenangan sama dia ( kalo buat tahap , inget inget dikit ya gak papa deh , asal jangan tiap malem inget kenangan mulu yaaw )
4. buat bis move on , niatnya harus datang dari hati , bukan karna paksaan hati yang pingin cepet cepet moveon , malahan nanti gak move on move on  , bedakan itu .
oeky , segini dulu ya tahap move onnya !! dadaw :)))
Twitter: Follow @Riska_krisma2

Selasa, 21 Mei 2013

BKR dan TKR

 




Pada 5 Oktober 1945 pemerintah Republik Indonesia  yang belum lama diproklamirkan memaklumatkan pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dengan demikian berakhirlah Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang pembentukannya diumumkan PPKI , pembentukannya dibentuk tanggal 22 Agustus 1945 namun baru di syahkan Ir.soekarno tanggal 23 Agustus 1945.
Perbedaan mendasar antara TKR dengan BKR adalah  Kalau BKR bukan merupakan unit militer atau kepolisian, TKR adalah kesatuan militer, yang lengkap dengan struktur organisasinya.
Setelah ada TKR , TKR diganti menjadi TNI pada tanggal 24 januari 1946 . selain itu dalam BKR terdapan unsur-unsur laut dan udara. para pemuda bekas kaigun, heiho, serta para pemuda yang bekerja pada objek-objek vital di pelabuhan maupun perusahaan jawatan pelayaranmembentuk BKR laut. sementara itu, para pemuda yang bekerja pada dinas penerbangan jepang seperti rikugun, koku butai, kaigun koku butai, nampo koku kabusiki, membentuk BKR udara.

Twitter       : follow
Facebook    :Add

Sabtu, 18 Mei 2013

LIRIK LAGU DAN TERJEMAHAN ADELLE - DONT YOU REMEMBER



When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?
You left with no goodbye, not a single word was said,
Kau pergi tanpa ucapkan selamat tinggal, tanpa sepatah katapun
No final kiss to seal any seams,
Tanpa kecupan terakhir 'tuk akhiri kebersamaan
I had no idea of the state we were in,
Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kita

I know I have a fickle heart and bitterness,
Aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah

CHORUS
But don't you remember?
Tapi tak ingatkan kau?
Don't you remember?
Tak ingatkah kau?
The reason you loved me before
Alasanmu dulu mencintaiku
Baby, please remember me once more,
Kasih, ingatlah aku sekali lagi

When was the last time you thought of me?
Kapan terakhir kali kau memikirkanku?
Or have you completely erased me from your memory?
Ataukah kau telah sepenuhnya menghapusku dari ingatanmu?
I often think about where I went wrong
Sering kuberpikir dimanakah salahku
The more I do, the less I know,
Semakin banyak yang kulakukan, semakin sedikit yang kutahu

But I know I have a fickle heart and bitterness,
Namun aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah

CHORUS

Gave you the space so you could breathe,
Kuberi kau ruang agar kau bisa bernafas
I kept my distance so you would be free,
Kumenjauh agar kau bisa bebas
And hope that you find the missing piece,
Dan kuberharap kau kan temukan kepingan yang hilang itu
To bring you back to me,
Yang kan membawamu kembali padaku

CHORUS

When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?

Jumat, 17 Mei 2013

JARINGAN PENYUSUN TUMBUHAN BESERTA FUNGSINNYA


JARINGAN PENYUSUN TUMBUHAN BESERTA FUNGSINNYA
Jaringan merupakan sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama .
1.Jaringan Maristem
terdiri atas sekelompok sel yang aktif melakukan pembelahan .
sifat sifat sel maristem :
a.) terdiri atas sel sel muda yang berada dalam fase pembelahan .
b.) tidak terdapat ruang antarsel di antara sel sel maristem .
c.) sel – selnya berbentuk bulat , lonjong , atau polygonal dengan dinding sel tipis .
d.) memiliki vokula berukuran kecil atau tidak ada .
2. Jaringan Epidermis ( jaringan pelindung )
merupakan lapisan sel terluar dari permukaan organ organ tumbuhan seperti akar , batang dan daun .
jaringan ini berfungsi menutupi dan melindungi jaringan yang ada dibawahnya .
3. Jaringan Parenkim  ( jaringan dasar )
disebut jaringan dasar karena hampir  ada semua bagian tumbuhan .
cirri cirri penyusun jaringan parenkim :
a.) sel nya berukuran besar dan tipis
b.) terdiri atas sel-sel hidup umumnya berbentuk segi enam .
c.) memiliki banyak vokula untuk menyimpan cadangan makanan
4. Jaringan Penguat ( jaringan penyongkong )
digunakan untuk memperkuat atau menyongkong bentuk tumbuhan sehingga berdiri tegak . berdasarkan siftnya jaringan penguat dibedakan menjadi sklerenkim dan kolenkim .
1. Jaringan Skelernkim  : terdiri atas sel –sel yang telah mati dan dinding sekundernya mengalami penebalan dari zat lignin .
2. Jaringan Kolenkim
berperan sebagai jaringan penguat organ – organ tumbuhan yang masih muda dan aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan .
5. Jaringan Pengangkut
dibedakan menjadi xilem dan floem
1. Xilem :  mengangkut air dan zat zat mineral ( hara ) dari akar ke daun . komponen penyusunnya yaitu unsure trekeal , serat xilem , dan parenkim Xilem .
2. Floem : mengangkut dan mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan .

twitter : Follow
facebook : ADD

Sabtu, 04 Mei 2013

PRAKTEK PRAKTEK DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN POLITIK



 PRAKTEK PRAKTEK DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN POLITIK

A. PEMILU
Pemilu dalam negara demokrasi Indonesia merupakan suatu proses pergantian kekuasaan secara damai yang dilakukan secara berkala sesuai dengan prinsip-prinsip yang digariskan konstitusi. Prinsip-prinsip dalam pemilihan umum yang sesuai dengan konstitusi antara lain prinsip kehidupan ketatanegaraan yang berkedaulatan rakyat (demokrasi) ditandai bahwa setiap warga negara berhak ikut aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan kenegaraan. Dari prinsip-prinsip pemilu tersebut dapat kita pahami bahwa pemilu merupakan kegiatan politik yang sangat penting dalam proses penyelenggaraan kekuasaan dalam sebuah negara yang menganut prinsip-prinsip demokrasi.
Sebagai syarat utama dari terciptanya sebuah tatanan demokrasi secara universal, pemilihan umum adalah lembaga sekaligus praktik politik yang memungkinkan terbentuknya sebuah pemerintahan perwakilan (representative government). Karena dengan pemilihan umum, masyarakat secara individu memiliki hak dipilih sebagai pemimpin atau wakil rakyat maupun memilih pemimpin dan wakilnya di lembaga legislatifMenurut Robert Dahl, bahwa pemilihan umum merupakan gambaran ideal dan maksimal bagi suatu pemerintahan demokrasi di zaman modernPemilihan umum dewasa ini menjadi suatu parameter dalam mengukur demokratis tidaknya suatu negara, bahkan pengertian demokrasi sendiri secara sedehana tidak lain adalah suatu system politik dimana para pembuat keputusan kolektif tertinggi didalam system itu dipilih melalui pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala. Pemilu memfasilitasi sirkulasi elit, baik antara elit yang satu dengan yang lainnya, maupun pergantian dari kelas elit yang lebih rendah yang kemudian naik ke kelas elit yang lebih tinggi. Sikulasi ini akan berjalan dengan sukses dan tanpa kekerasan jika pemilu diadakan dengan adil dan demokratis. Di dalam studi politik, pemilihan umum dapat dikatakan sebagai sebuah aktivitas politik dimana pemilihan umum merupakan lembaga sekaligus juga praktis politik yang memungkinkan terbentuknya sebuah pemerintahan perwakilan.
Didalam negara demokrasi, pemilihan umum merupakan salah satu unsur yang sangat vital, karena salah satu parameter mengukur demokratis tidaknya suatu negara adalah dari bagaimana perjalanan pemilihan umum yang dilaksanakan oleh negara tersebut. Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyat. Implementasi dari pemerintahan oleh rakyat adalah dengan memilih wakil rakyat atau pemimpin nasional melalui mekanisme yang dinamakan dengan pemilihan umum. Jadi pemilihan umum adalah satu cara untuk memilih wakil rakyat.
Pemilihan umum mempunyai beberapa fungsi yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Pertama, sebagai sarana legitimasi politik. Fungsi legitimasi ini terutama menjadi kebutuhan pemerintah dalam system politik yang mewadahi format pemilu yang berlaku. Melalui pemilu, keabsahan pemerintahan yang berkuasa dapat ditegakkan, begitu pula program dan kebijakan yang dihasilkannya.. Menurut Ginsberg, fungsi legitimasi politik ini merupakan konsekuensi logis yang dimiliki oleh pemilu, yaitu untuk mengubah suatu keterlibatan poltik massa dari yang bersifat sporadic dan dapat membahayakan menjadi suatu sumber utama bagi otoritas dan kekuatan politik nasional.

B. KEBEBASAN  PERS 

Pers adalah salah satu dari pilar demokrasi setelah adanya lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Indonesia adalah negara demokratis yang mengakui adanya kebebasan pers. Hal tersebut diakui dalam UUD 1945 dan dalam Pasal 2 UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers yang menyebutkan bahwa kebebasan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.
Pers adalah lembaga yang ikut mengontrol jalannya roda pemerintah. Pers turut mengawasi pemerintah dalam menjalankan fungsi administrasi negara, lembaga legislatig sebagai kepanjangan tangan dari rakyat atau yang sering disebut sebagai wakil rakyat, begitu pula adanya dengan lembaga yudikatif serta lembaga-lembaga lainnya yang turut mendukung jalannya pemerintahan.
Pers di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Pers cetak di Indonesia diperankan oleh penjajah Belanda untuk kepentingan perdagangan. Jan Pieterzoen Coen, pendiri Batavia dan Gubernur Jendral Hindia Belanda periode 1619-1629 memulai pengiriman berita ke pemerintahan Ambon dengan judul Memorie de Nouvelles. Salinan berita itu ditulis dengan tangan pada tahun 1621. lebih dari satu abad setelah Jan Pieterzoen Coen meninggal, tulisan tangannya diterbitkan kembali di surat kabar Batavia Nouvelles pada tanggal 17 Agustus 1744. Dengan demikian, Batavia Nouvelles merupakan surat kabar pertama di Hindia Belanda.
Jaminan terhadap kebebasan pers diatur dalam konstitusi, piagam PBB, undang-undang, dan peraturan perundang-undangan lainnya. Hal ini memberikan hak kepada masyarakat untuk menggunakan kebebasan menyampaikan informasi, kontrol sosial, masukan/saran, serta komunikasi massa. Dengan kebebasan yang diberikan itu, pers harus menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. Hak-hak yang dimiliki pers tidak boleh disalahgunakan sehingga dapat merugikan pihak-pihak tertentu. Pers sebagai pembangun opini publik harus menyajikan data secara benar dan akurat, tidak provokatif, dengan sumber yang berimbang, serta tidak memberitakan tentang SARA. Informasi yang disampaikan oleh media massa akan sangat berpengaruh pada penilaian masyarakat terhadap suatu peristiwa. Jika pers menyampaikan berita bohong, maka akan sangat merugikan masyarakat, pribadi, atau pihak-pihak tertentu, maupun pemerintah.
Keberadaan media pers dalam platform kebebasan pers perlu dilihat dengan perspektif hak asasi manusia (HAM). Bahwa pers dihadirkan bukan untuk jurnalis, juga bukan untuk kekuasaan kekuatan modal (internal dan eksternal) yang menghidupi perusahaan pers, atau juga bukan untuk kekuasaan (negara dan kekuatan politik) untuk menjadikannya sebagai alat untuk menguasai alam pikiran masyarakat. “Musuh” yang mengancam kebebasan pers: pertama, bersifat internal, yaitu jurnalis dan pengelola media pers, berupa penyalahgunaan media pers demi kepentingan-kepentingan pragmatis sendiri. kedua, bersifat eksternal, yaitu kekuasaan (negara dan modal) yang berpretensi menggunakan media pers untuk kepentingan sendiri, sehingga media pers bukan lagi merupakan forum bebas bagi kebenaran, tetapi hanya menjadi alat untuk merekayasa masyarakat.
Kebebasan yang disalahgunakan (tidak bertanggung jawab) dapat membahayakan kelangsungan dan kehidupa berbangsa dan bernegara. Dengan kebebasan yang tidak bertanggung jawab, pers dapat memberikan kebenaran palsu, informasi tidak benar atau hiburan yang menyesatkan. Sebagai pembangunan opini publik, pers akan sangat berpengaruh terhadap perkembanagn suatu negara. Pers yang menyalahgunakan kebebasan itu juga dapat menjatuhkan orang lain, melanggar hak-hak orang lain, dan menyebarkab informasi bohong.
Pelanggaran dan penyalahgunaan terhadap kebebasan pers akan membawa dampak, antara lain sebagai berikut,
1. penyajian berita yang sensitif, baik berupa gambar, ulasan, karikatur, dan sebagainya, seperti menyangkut suku, agama, ras, dan antargolongan, dapat menyinggung perasaan susila, agama/kepercayaan, atau keyakinan seseorang atau golongan yang dilindungi undang-undang dan dapat menimbulkan gangguan stabilitas.
2. Penulisan berita, ulasan, cerita, gambar, dan karikatur, yang cenderung dapat bersifat pornografi dan sadistis, atau mengandung unsur-unsur kekejaman dan kekerasan berarti telah melanggar/tidak sesuai dengan nilai-nilai moral.
3. Pemberitaan-pemberitaan berita yang bersifat gosip (desas-desus) tanpa didukung fakta yang kuat berdampak dapat merusak nam baik seseorang atau kelompok.
4. Penyiaran berita-berita yang sifatnya destruktif (merusak) dapat merugikan negara dan bangsa serta menimbulkan kekacauan.
5. Pemberitaan tentang jalannya pemeriksaan perkara pidana di dalam sidang-sidag pengadilan harus dijiwai oleh prinsip “praduga tak bersalah” dan penyiaran pemberitaan harus selalu berimbang antara tuduhan dan pembelaan, bila itu dilanggar berarti telah terjadi pengadilan oleh pers (trial by the pers) dan melanggar hak asasi.




C. KEBEBASAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT
Kebebasan mengemukakan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan bentuk lain secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satu cara mengemukakan pendapat itu adalah dilakukan di tempat umum. Dengan demikian yang dimaksud dengan penyampaian pendapat di muka umum adalah penyampaian pendapat secara lisan, tulisan, dan bentuk lain yang dilakukan di muka umum atau pada khalayak umum.
Landasan Hukum Tentang Kemerdekaan Mengeluarkan Pendapat
Landasan-landasan hukum tersebut antara lain :
Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi :”Kemerdekaan berserikat, dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”.
Pasal 28 E ayat 3 yang berbunyi :”Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”.
Piagam Hak Asasi Manusia Indonesia dalam Tap. MPR No. XVIII/MPR/1998, pasal 19 yaitu ”Setiap orang berhak atas kemerdekaan berserikat berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”.
Undang-undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum
Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, pasal 3 ayat 2 sebagai berikut nuraninya, secara lisan dan atau tulisan melalui media cetak maupun elektronik dengan memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum dan keutuhan bangsa
Undang-undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers
Undang-undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

 Tujuan pengaturan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum (menurut pasal 4 UU No 9Tahun 1998) antara lain :
mewujudkan kebebasan yang bertanggung jawab sebagai salah satu pelaksanaan hak asasi manusia sesuai Pancasila dan UUD 1945
mewujudkan perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan dalam menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat
mewujudkan iklim yang kondusif bagi berkembangnya kreatifitas setiap warga negara sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi
menempatkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tanpa mengabaikan kepentingan perorangan atau kelompok.


 TWITTER => KLIK